Tanda – Tanda Bancana Besar Makin Jelas!!!


Entah ini kebetulan aja atau bukan, tapi yang jelas tanda-tanda bencana bencana besar kayaknya emang udah di depan mata. Belakangan ini, curah hujan di Indonesia bahkan dunia udah nggak jelas. Kondisi dimana seharusnya sudah masuk musim panas, hujan ekstrem masih sering terjadi di waktu yang nggak jelas.

Setelah lumpur lapindo telah menenggelamkan sebagian kota di Sidoarjo, kemudian giliran kota Banten terkena bencana semburan Lumpur. Belum tau penyebabnya apa. Dengan kadar semburan yang di prediksi cukup berbahaya (ada gasnya), setidaknya kejadian ini cukup memprihatinkan. Bahkan kalo sedikit menarik fenomena yang terjadi dengan prediksi diluar nalar manusia sih, mungkin ini bagian dari bencana-bencana lain yang akan menerpa bumi. Kalo mengambil istilah perbengkelan nih, bumi yang kita pijak sedang mengalami kondisi bocor halus. Yang lama-lama dan suatu ketika bisa aja pecah mendadak. Ngeri nggak tuh??

Tapi jujur, Indonesia termasuk negara-negara lainnya tengah mengalami suatu kondisi yang sangat rentan terhadap bencana, kelaparan, kemiskinan hingga penyakit-penyakit aneh yang datang silih berganti. Hal ini bermula pada pemanasan global. Akibat dari peristiwa efek rumah kaca, yakni terperangkapnya radiasi matahari, yang harusnya dipancarkan kembali ke luar angkasa. Namun malah tertahan oleh lapisan akumulasi gas rumah kaca di atmosfer. Imbasnya, malah menjalar menjadi gejala-gejala aneh di muka bumi. Diantaranya kekeringan dan curah hujan yang ekstrim.

Menurut catatan Kementrian Negara Lingkungan Hidup Indonesia, selama periode 2003-2005 udah terjadi 1.429 bencana. Dimana 53,3 persennya adalah bencana yang punya kaitan erat dengan hidrometrologi. Kabarnya nih, banjir menjadi bencana yang paling sering terjadi berikutnya adalah longsor.

Saat ini pemerintah terus berupaya keras melakukan kebijakan tentang penanggulangan illegal logging, rehabilitas hutan dan lahan, serta konvervasi, restrukturisasi di sector tertentu. Namun, kebijakan itu terasa sia-sia kalo masyarakatnya sendiri nggak mau berperan serta menjaga suhu bumi tetap stabil. Cukup dengan mengurangi energi yang dapat menghantarkan panas bumi, mungkin kita udah membantu program pemerintah. Pilih mana, bocornya ditambal apa bocor halus yang kemudian bikin ban pecah???

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Antara Individu dan Masyarakat

Pengertian dan Contoh dari Proposisi, Premis, Term dan Penalaran

Elastisitas Sempurna